![]() |
|
|
![]() |
| Posted: | Tuesday, 3 Jun 2008 |
| by: | Kitchen Cake |
Seperti diketahui bahwa Royal Project di Thailand, khususnya di Thailand Utara jumlahnya cukup banyak. Visi dan misi dari The Royal Development Projects bisa dibaca disini. Ketika aku mendapatkan tugas untuk membahas RDPB ini aku kebagian welfare. Dari semuanya yang dibahas, pada intinya adalah royal projecy ini ada untuk membantu kelangsungan hidup rakyat kecil agar selalu baik, dan meningkat. Sungguh rencana dan tujuan yang sangat mulia. Kalau kita melihat Hiltribe disini (kebetulan aku sudah berkunjung ke salah satu hiltribe di dekat Chiangmai, suku Lisu). Melihat tata cara hidupnya dan tata ruang tempat tinggalnya, rasanya aku pernah melihatnya di negriku sendiri, di Indonesia. Dalam rumah itu tidak ada sekat sekat pembatas antara dapur, tempat tidur, ataupun ruang tamu. Satu rumah, satu ruangan, semuanya bisa terlihat. Bahkan tidak terelakkan ada kandang hewan di dalam rumah. Pokoknya semua campur jadi satu. Atap rumah tidak tertutup rapat, terbuat dari dedaunan, seperti daun tebu yang kering. Dinding rumahnya masih bisa diintip juga. Masalah yang timbul adalah tidak bisa tidur ketika hujan tiba, ataupun karena nyamuk yang ada dimana-mana. Ok, suasana seperti itu pernah aku saksikan ketika aku masih kecil, tentunya di Indonesia di perkampungan. Namun seperti kita ketahui, sekarang sudah banyak perubahan di Indonesia, termasuk suasana perkampungan itu.
Well, sekarang aku tidak akan bercerita banyak tentang hiltribe. Aku akan sharing foto-fotoku kemarin ketika weekend di salah satu royal project yang ada di Chiangmai. Tepatnya dari Chiangmai University terus lajukan mobilmu ke atas, telusuri jalan yang ada.
Seperti biasa, perjalanan ini hanya tiba-tiba saja rencananya. Minggu kemarin niatku gak akan pergi kemana-mana, beraktivitas di rumah saja, tetapi suamiku malahan pusing kepingin pergi jalan-jalan keluar. Ternyata emang gak bisa tinggal diam di rumah terus, alias lebih asik menjelajah tempat-tempat yang ada di sekitar kita dengan mengunjungi langsung itu lebih asik, lebih indah. Hmm ... akhirnya kesinilah.
Pertama kali mengunjungi tempat ini yaitu sekitar satu tahun yang lalu, minggu pertama kami datang ke Chiangmai, ketika diperlihatkan tempat-tempat yang bisa dikunjungi oleh seseorang yang asli Chiangmai. Kali kedua mengunjungi tempat ini yaitu dengan beberapa orang, ketika itu kebetulan anakku ulang tahun. Trus kali ketiga, iseng lewat saja dan kemarin adalah kali ke-empat kami mengunjungi tempat ini. Dan dihasilkanlah beberapa foto.
Dari foto-foto dibawah ini bisa dilihat bahwa di pinggiran danau itu selain hutan juga ada satu restaurant yang cukup romantis. Ada air mancur di tengah danau, dan tidak ketinggalan pula, dari situ kita bisa melihat luas beberapa bagian daerah Chiangmai, termasuk satu mall Kad Suan Keuw, dan tempat kami tinggal juga bisa terlihat.
Gerbang masuk ke arah jalanan di sekitar danau. Terlihat beberapa sepeda motor parkir.
Kebetulan Urel lagi seneng main sepeda, jadilah dia naik sepeda sepanjang jalan.
Terus bersepeda, tetapi terus diwaspadai juga karena di tepi danau dan tanah miring
Tidak hanya kami yang waspada, Urelpun rada takut.
Tempat sampah yang teronggok di pinggir jalan. Perlu diketahui jalanan disana cukup bersih, tidak bertebaran sampah-sampah yang gak penting.
Tiga orang yang sedang menikmati kesejukan di daerah danau dan menikmati indahnya Chiangmai dari kejauhan.
Tanyalah pada rumput yang bergoyang ini ... hehehe Ebiet banget
Masih bertanya pada rumput yang hijau dan terus bergoyang di terpa angin sepoi sepoi
Terlihatlah mall Kad Suan Kaeuw
Terlihat juga tempat kami tinggal
Air mancur di tengah-tengah danau
Masih terus bersepeda
Restaurant di pinggir danau
Seonggok rumput yang sedang bergoyang
Sekumpulan rumput yang sedang bercerita
Tidak lupa bawa cemilan untuk dimakan di pinggir danau, lihatlah si embak ini.
Lihatlah hutan disekitar danau, whuiiii sereeeeeem... gak ding, becanda. Asri kog
Air mancur teruuus ...
Lihatlah kota Chiangmai dengan seksama
Di pojokkan ada dua anak laki-laki sedang asik bercerita
Batu besar di pojok sebelah kiri dalam
Pohon bertengger menjulang tinggi
Pinggiran danau
Selokan yang tidak berfungsi
Restaurant nan romantis
Lampu jalan di sepanjang tepi danau
Tong sampah
Sampai bertemu lagi yah, kami pulang dulu
Tempat parkir alat transportasi yang membawa kami kesini
Jalanan nan mulus
Begitulah perjalanan hari Minggu yang lalu, sampai berjumpa lagi di cerita berikutnya. Kami masih terus berjalan...




